Doa Sang Penimbun Dosa
saat hening pagi berganti gemuruh takbir yang memecah cakrawala hati … “Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar, wa Lilla Ilham” … ketika seluruh tubuh menanti resah sebuah harap … terhapusnya dosa-dosa masa lalu yang bergelimang
ketika kita lupa, lidah kita begitu tajam menghantam … ketka kita lupa, gerakan tubuh kerap melukai … ketika kita lupa, bahwa kita adalah penimbun dosa … ketika kita berjalan di siang bolong yang gelap gulita
saat takbir terucap menggema di seluruh jagat raya … hanya satu cita-cita yang tergores, “Ya Allah, ampunilah dosaku” … kita takkan menyerah memohon ampunan dan daya … hingga surga memanggil-manggil kita dengan syahwat yang amat sangat
aku rindu suasana itu, saat takbir menggema seiring pengharapan ridho Illahi … karena itu, Ya Allah ya Rabbi, limpahkanlah kekuatan lahir dan bathin … kepadaku, kepada kedua orangtuaku, kepada sanak saudaraku, kepada para sahabatku, dan seluruh umat muslim … agar kami mampu memenangkan pertarungan batin di Bulan Ramadhan … agar kami mampu menjalankan perintahmu, mengikuti sunnah Rosul … agar kelak, dosa-dosa terhapus, karena kami mencintai surga … walau kami belum mengenal siapa dan di mana langit ke tujuh itu
semoga Sang Maha Perkasa meridhoi kita
Oleh: Dedy Rahmat
Bandung, 31 Agustus 2008
Goresan Digital untuk Ramadhan

Tinggalkan Balasan