Mahasiswa Baru STMIK Ganesha Terima Laptop Gratis

MENGGUNAKAN laptop sebagai alat kelengkapan kuliah bagi sebagian mahasiswa mungkin bukan suatu hal yang aneh lagi di era digital seperti sekarang. Namun, tentu saja itu tidak berlaku umum, hanya bagi mahasiswa yang “berduit” yang menggunakan laptop atau akrab kita kenal dengan notbook sebagai alat belajar di kelas. Dan hal ini pun belum tentu dianjurkan oleh pihak penyelenggara pendidikan yang bersangkutan, dengan pertimbangan keseragaman alat belajar, atau agar tidak ada dikotomi mahasiswa yang berduit dengan yang biasa saja (yang tidak memiliki laptop). Demikian disampaikan Ketua STMIK Ganesha, Drs. Firdaus, saat ditemui di Kampus STMIK Ganesha, baru-baru ini.

Firdaus menjelaskan, di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Ganesha, justru penggunaan laptop menjadi suatu kewajiban. Khususnya dimulai pada tahun akademik 2008-2009 ini. Melalui program “laptopisasi”, One Student One Laptop, lembaga pendidikan yang beralamat di Jl. Kiaracondong 416 Bandung ini, menggagas pemberian laptop secara cuma-cuma alias gratis kepada seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2008-2009.

Menurut Ketua Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru 2008 STMIK Ganesha, Dedy Rahmat, S.IP., M.Si., program laptopisasi ini bukan sekedar jargon untuk menjaring mahasiswa. Atau sebuah trik belaka, yang ujung-ujungnya mahasiswa dikenakan beban pembayaran lainnya sebagai kompensasi dari pemberian laptop.

“Awalnya memang saya banyak mendengar masyarakat tidak percaya bahwa kami akan membagikan laptop secara gratis kepada mahasiswa baru. Bahkan dari kalangan mahasiswa yang mendaftarkan diri ke lembaga ini juga banyak yang tidak percaya. Namun, setelah kami buktikan pembagian laptop secara gratis di hadapan ratusan mahasiswa baru yang mendaftar pada gelombang satu kemarin, mereka sekarang yakin, bahwa kita benar-benar serius memberikan laptop, tanpa embel-embel lain,” terang Dedy yang juga menjabat Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan itu.

Ia menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan laptop, calon mahasiswa hanya tinggal mendaftarkan diri dan membayar uang kuliah untuk tahun pertama, dimana besaran pembayaran uang kuliah sama dengan tahun sebelumnya.”Pembayaran uang kuliah sama dengan tahun lalu. Tidak ada kenaikan sepersen pun. Bedanya, tahun lalu dengan biaya yang sama mahasiswa tidak mendapat apa-apa. Sekarang mereka kita berikan bonus sebuah laptop,” tuturnya.

Laptop bagi mahasiswa STMIK Ganesha, tutur Dedy, akan menjadi alat multifungsi. “Yang jelas untuk proses belajar mengajar, laptop ini akan memudahkan mahasiswa untuk menyimpan file-file berisikan catatan kuliah. Catatan kuliah akan lebih rapih tersimpan. Tidak seperti halnya di buku catatan, yang kadang tercecer, dan isinya tidak teratur karena semua mata kuliah ada dalam satu buku catatan yang sama,” terangnya.

Dedy menjelaskan, laptop tersebut juga bermanfaat sebagai alat pengganti praktikum di lab. komputer, penyimpan agenda harian, arsip, sekaligus sebagai media hiburan yang sehat. “Di kampus kami tersedia unit-unit free access internet (unit komputer bebas akses internet untuk mahasiswa). Lalu ada pula free hotspot. Sehingga, mahasiswa hanya tinggal menyalakan komputer atau laptop, maka ia dapat menjelajahi dunia lewat internet. Baik untuk browsing ilmu dan pengetahuan, informasi entertainment, bahkan berkomunikasi dengan masyarakat di seluruh dunia. Baik melalui email, weblog, antarpersonal dengan situs-situs tertentu, friendster, atau melalui alat chating semisal yahoo messenger atau MIRC,” kata Dedy.

Program laptopisasi one student one laptop ini, merupakan program yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa baru, tanpa terkecuali. ”Termasuk bagi pendaftar di gelombang II yang akan kami tutup pada awal September nanti. Ini bukan program setengah-setengah, kami memang beriniat membagikan laptop ini untuk semua mahasiswa dalam rangka peningkatan kualitas proses belajar-mengajar,” demikian Dedy.

Salah seorang mahasiswa baru penerima laptop, Dera Meylana, warga asal Cileunyi-Kab. Bandung, saat ditemui di Kampus STMIK Ganesha, baru-baru ini, menyatakan merasa senang atas pemberian tersebut. “Laptop ini akan saya pergunakan untuk menyimpan catatan kuliah dan tentu saja untuk mengakses internet. Kayaknya saya ngga perlu lagi sering-sering ke warnet sekarang. Saya tinggal bawa laptop ini ke kampus, untuk sekedar browsing atau berkomunikasi dengan teman-teman,” tuturnya.

Sementara Diah (45), salah seorang orangtua mahasiswa penerima laptop saat dihubungi via telepon menyatakan bersyukur atas hadiah laptop bagi anaknya. ”Saya senang dengan pemberian ini. Mudah-mudahan Dian (penerima laptop lainnya, warga Kiaracondong, Bandung-Red), jadi makin semangat kuliahnya dengan laptop baru. Dan tentu saja harapan saya selaku orangtua, kelak laptop itu jadi salah satu alat menjadikan anak saya sebagai seorang sarjana berkualitas nantinya,” cetus sang ibu.

Pelatihan Pembuatan Weblog dan Kuliah Umum

Bukan saja laptop gratis bonus bagi mahasiswa baru STMIK Ganesha tahun akademik 2008-2009. Mahasiswa baru gelombang I juga telah mendapatkan pelatihan pembuatan weblog. Subdomain situs pribadi ini, kini telah dimiliki tiap mahasiswa baru melalui pelatihan intensif selama 5 hari plus 1 hari kuliah umum dengan materi quantum learning.

Dalam pelatihan ini, mahasiswa baru mendapatkan materi membangun sebuah jaringan online pribadi berbentuk weblog. Tidak saja materi mengisi content weblog yang mereka dapatkan. Para peserta pelatihan juga mendapatkan ilmu mendesain sebuah header template dengan menggunakan software corel draw dan adobe photoshop. Kini, tiap mahasiswa baru gelombang I telah memiliki weblog pribadi dengan berbagai jenis web. Baik content yang didominasi opini, portal link situs dan weblog, seni dan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi (khususnya yang terkait dengan teknologi informasi), agenda harian, dll.

Sementara pada kuliah umum, Drs. Bernard Simamora, S.IP., MBA., mantan Ketua STMIK Ganesha, yang kini menjabat sebagai Ketua BPH Yayasan Bhakti Ilmu Pengetahuan Ganesha, menyampaikan materi Quantum Learning dengan tema ”Menjadi Mahasiswa yang Efektif”. Dalam materi tersebut, Bernard menyampaikan tips bagaimana menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam mentransformasi berbagai ilmu dan pengetahuan pada diri mahasiswa. Baik di dalam kelas, maupun secara pribadi di rumah, atau di tempat kerja.

Melalui materi ini, diharapkan menjadi stimulan peningkatan semangat belajar guna mempersiapkan diri menjadi seorang sarjana handal di masa depan. Dan menjadi kompetitor tangguh yang siap bersaing dalam dunia usaha dan kerja. Materi pembuatan weblog dan kuliah umum, juga akan disampaikan bagi mahasiswa baru yang terdaftar pada gelombang dua.(sumber:pelitanews.com. 05/08/08)


Tinggalkan Balasan